Langit cerah pagi itu. Lani tampak bersiap diri bersama keluarganya untuk pergi. Lani menggunakan baju merah dengan kerah shanghai dan ornamen tali berwarna kuning. Rambutnya berkucir dua. Bapak, ibu, dan kakaknya pun menggunakan pakaian berwarna cerah yang senada. Aku memperhatikan dari teras rumahku Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3707/bahan-bacaan-literasi-…
Buku ini berisi cerita perjalanan Naurah dan keluarganya saat berlibur ke Kabupaten Lebong, salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu. Di sana, Naurah mengagumi rumah adat Lebong yang unik. Ia mencoba mengenali rumah adat tersebut dan berusaha mengetahui kegunaan bagian-bagiannya. Ia merasa bahwa rumah adat patut untuk dilestarikan. Sumber : https://budikemdikbud.id/baca/digital/mengenal-ru…
"Muhammadiyah sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembalilah ke Muhammadiyah. Jadilah meester, insinyur, dan lain-lain dan kembalilah ke Muhammadiyah"
Ketika pemimpin apel memerintahkan untuk mendepa, semua anggota barisan harus merentangkan kedua tangannya. Kami menurut, merentangkan tangan sambil menengok ke kiri dan ke kanan agar barisan sejajar
Seorang anak menikmati hari yang tidak akan pernah dia lupakan Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Buku Pendamping Terampil Kelas 4 menyajikan materi tematik lengkap kelas 4 berdasarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013
Sakha dan Lingga merasa kesal karena ayah selalu sibuk bekerja dan tidak ada waktu untuk mereka. Bahkan di akhir pekan saja ayah tidak jadi pulang. Namun, kekesalan Sakha berubah menjadi penyesalan ketika mendengar cerita Toni yang tidak akan bertemu dengan ayahnya lagi untuk selamanya.
APakah Kak Alfan berhasil membujuk LIana? IKuti keseruan cerita mereka dalam buku ini. Selamat membaca
Kehadiran Nenek Titi membuat Lyndan dan Riri meras adibatasi dengan segala aturan. Namun, tanpa disadari apa yang Nenek Titi terapkan, mereka serap dengan baik bahkan menjadi pembiasaan.
Lutvi merasa kesal karen akakknya, Irvan, dianggap sering menggagunya. Dia berpikir mungkin akan lebih tenang jika Kak Irvan tidak di rumah. Suatu hari Kak Irvan sakit dan harus dirawat di rumah sakit beberapa hari