"Mamak benci pada Pukat !" "Oi, Kau keliru Pukat. Dengarkan Bapak, tidak ada seorangpun Mamak di atas muka bumi ini yang membenci anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri. Bukankah kau pandai mengkait-kaitkan banyak hal? Kau juga pandai mengartikan banyak hal. Nah, artikan, sendii makna darah-daging itu."
Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan
Inilah kisah tentang seorang anak yang yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Keserhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri
Buku in tentang Eliana, Si Anak Pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lembah kampung halamnnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahau-membahu melakukan perlawanan
Buku ini tentang Si Anakk Badi yang tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan
Buku ini tentang Burlian, si anak keras kepala yang memiliki masa kecil spesial. Kelak diaaa akan melilingi dunia, menyaksikan betapa luasnya dunia dibanding kampung halamannya
Dia bisa ke mana pun fia mau, tidka bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu. Maka mereka tidak akan mengganggu kita. Sesuk. Kamu akan tahu, apa dan kenapa. Kamu akan tahu, siapa dan mengapoa, semua kejadian, semoga itu belum terlambat
Kau, ini anak paling kuat di keluarga ini Amelia. Bukan kuat secara fisik, tapi kuat dari dalam. Kau adalah anak yang paling teguh hatinya, paling kokoh pemahaman baiknya. Kau menyayangi sekitar, dan sungguh-sungguh mau membantu orang lain.
Karena kau bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karena berwarna-warni. Begitu juga kehidupan kita, indah karena warna kulit yang berbeda, ukuran mata tak sama, bentuk rambut yang berlainan. Kau sungguh anak pelangi, Ris