Priya mendengar suara. “Srrr… Srrr…” Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Namaku Suluk! Umurku 8 tahun. Aku tinggal di apartemen dengan anak-anak lainnya. Tetapi tidak ada satu pun yang mau berteman denganku. Semua selalu mengucilkanku Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Di sebuah gubuk di dalam hutan, tinggallah Ibu Kambing dan anak-anaknya. Mereka selalu bernyanyi riang gembira dan hidup bahagia Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Matahari muncul di cakrawala. Sinarnya menembus dedaunan dan membangunkan Senzo. Gogo, ayam jantan peliharaan ibunya, mengepakkan sayap, menjulurkan leher, dan mulai berkokok. Kukuruyuuuk! Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Beberapa hari ini hujan selalu turun dan semua orang jadi tidak ceria. Ya, semua orang, kecuali Sizwe yang selalu bangun pagi dan tersenyum Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Ia hanya memiliki sebuah tanduk dan tidak berekor Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Lucunya, kita bahkan tidak tahu di mana anak tangga yang terakhir atau apakah tangga ini tidak ada ujungnya. Ayo perjalanan seru akan dimulai! Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Pada suatu hari, seekor penjelajah terjatuh dari langit. Dia mendarat di tengah-tengah ladang tomat. Amanda dan kakeknya, Thatha, bergegas ke luar rumah. Semua tomat mereka hancur berantakan. Hanya tersisa sebuah sepatu di tengah ladang. Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Seorang kakek mengajari cucunya tentang merpati dan cucunya ingin belajar terbang. Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Pada zaman dahulu kala, di negeri yang jauh di timur, rumah pertama dibangun oleh dua orang bersaudara yang bernama Kindru-Lalim dan Kincha Lali-Dam. Pada waktu itu orang-orang masih tinggal dalam gua-gua dan belum mengetahui arti kata rumah. Suatu hari, Kindru-Lalim berkata, “Oh Lali, aku sangat bosan tinggal dalam gua yang terlalu gelap ini, mengapa kita tidak membangun sebuah rumah di hu…