Konon Bagus Kuning ini adalah utusan dari Wali Songo untuk menyebarkan agama Islam di Sumatera Selatan Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Selain itu, meja batu itu juga mereka gunakan sebagai tempat bersantai, menghangatkan badan mereka berdua. Bahkan mereka jadikan sebagai tempat pertemuan untuk berbagi makanan satu sama lain Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Di tepi atas bukit, tumbuh pohon beringin besar tempat bersemayam raja makhluk halus “Bela.” Di seberang sungai ada semak-semak berumpun dahan kayu tempat monyet-monyet berteduh Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Pada suatu hari, Burung Towi-towi sedang risau karena sudah beberapa hari belum menemukan ulat untuk dimakan Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Tanpa terasa setelah lama berlalu mulailah habis buah-buahan yang menjadi makanan kancil. Ia mencari ke sana-kemari namun tidak bertemu buah buahan yang dapat dimakan, dan kancil merasa sangat kelaparan Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Ajakan itu terasa mengejek Siput. Siput berpikir sebentar, lalu menjawab, “Baiklah, aku terima ajakanmu dan jangan malu kalau nanti kamu sendiri yang kalah” Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Kisah tentang Si Kancil yang cerdas adalah kisah rakyat yang sudah akrab ditelinga, bahkan sejak generasi ayah dan kakek kita. Buku ini mengompilas ibeberapa kisah tentang Si Kancil yang berasal dari daerah Aceh dan Sumatera Utara Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
Keluarlah ia dari kandangnya, ia melihat mata hari yang cantik bersinar. Ia berpikir bahwa mata hari cocok untuk menjadi ibunya, ia bertanya kepada matahari, “Wahai Matahari maukah kau menjadi ibuku?” Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
“Janganlah kita sembarangan menyebut nama harimau di hutan, panggilah dia dengan sebutan Tuo Daheak atau Inyiek Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara
“Apakah di sana ada emas atau intan permata? Saya akan coba menyelidiki bukit itu. Bapak, lanjutkan ceritanya,” kata Linjo berminat Sumber : https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/produk-detail/3433/seri-antologi-fabel-nusantara