"Lihatlah ke sebelah sana, sang puteri!", ujar Dewi menunjuk ke sebelah Barat. "Oh, Dewi, taman sari!"
"Lebih dari cukup", jawab Topa yakin. Dibersihkannya pelepah yang membungkus tiap batang. Tiap-tiap batang dipotong pendek. Asalkan cukup buat bahan sangkar. Lalu diikat menjadi satu. Dan mereka pun kembali pulang
"Lalu.. lalu aku dan ibu ke kota. Tinggal di bawah jembatan"
Buku in tentang Eliana, Si Anak Pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lembah kampung halamnnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahau-membahu melakukan perlawanan
Waktu aku kecil, aku cengeng setiap kali sakit. Selain obat, keberadaan mama juga seperti vitamin yang membuatku lekas sembuh. Makan disuapin mama. Minum obat disiapin mama. Tidur dipeluk mama. Sekarang, mama sakit adalah overthingking terbesar saat akau jauh darinya, di rantau. Takut hal buruk terjadi saat kita berjauhan.
Liburan telah tiba. Sherina mengajak teman-temanya; Zara, Candra, dan Abrar berlibur ke Puncak. Mereka sudah tidak sabar untuk libur semester kali ini. Saat malam tiba, Zara kebelet buang air kecil. Dia membangunkan Sherina untuk menemaninya ke toilet di sekitar puncak. Karena terlalu mengantuk, Sherina menolaknya. Zara terpaksa pergi sendirian berbekal senter sebagai penerang, Namun, saat Zara…
Amin membuka sepatu usangnya dan meletakkan sabit baru dibelinya di lanatai tersa musholla. Dia berjalan santai menuju tempat wudhu. Ketika mau mengambil wudhu, dia terkejut. Dilihatnya di atas bak air tergeletak sebuah arloji bagus dan sebuah tas tangan. Dia ingat waktu masuk mushola tadi, dia berpapasan dengan sebuah mobil sedan bagus yang berjalan keluar. Bagiaman kelanjutan ceritnya?
Buku ini berisi 34 dongeng dari negara-negara Islam di tiga benua. Ada dongeng Putri Santubong dan Putri Sejenjang (Brunei) yang mengajarkan pentingnya kasih sayang. Kebun Ajaib (Kazakhstan) dan berbagai negara Islam lainnya
Siapakah pelaku kejahatan sempurna yang menewaskan Direktur Lee? Dan.... siapakah pria yang berhak memiliki hati Song Hye Kyo?
Begitulah Bahlul, selalu menghadapi masalah dengan tenang. Anggapan gila oleh orang-orang membuat dia lepas dari jeratan hukuman. Memang itulah tujuannya, berpura-pura gila untuk mengjritik penerintah dzolim pada masa itu, demi membantu orang-orang tertindas tanpa rasa takut