“Bukankah matahari berwarna kuning?” tanya ibunya. “Tetapi, ini matahari pagi, Bu.” ujar Rajani. Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Para burung berbicara, mereka sangat cerewet. Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Apa kamu tahu apa yang kurasakan? Kenapa aku merasakan semua itu? Mengapa aku tersenyum? Mengapa juga aku menangis? Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Ano suka melihat banyak hal, baik kecil maupun besar, seperti beberapa rumah di atas bukit atau semut di dinding Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Ayah hendak membuat santan kelapa. “Huh, ke mana perginya tempurung kelapa itu?” Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Apa yang akan terjadi jika ... Aku menekan pusarku? Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Hari ini adalah hari yang cerah di pasar desa. Ada banyak orang, beragam warna, dan berbagai kegiatan Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Namaku Muthulaksmi P. dan tinggiku 1 meter pas. Tinggi 1 meter sama dengan 100 sentimeter. Aku bisa tahu karena hari ini aku berkunjung ke ruangan dokter dan suster mengukur tinggiku di dinding Sumber : https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/produk-detail/3432/terjemahan-buku-cerita-anak
Pak Kumis cemberut, pikirannya kusut. Pak Kumis berpikir dengan wajah cemberut.
Zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan. Penduduknya hidup dengan damai dan sejahtera. Itu berkat raja yang mampu mengatur kerajaannya dengan adil dan bijaksana