Semua belum selesai. Meski aku tahu bagaimana sejarah teror itu dimulai, kutukan itu tetap berlangsung. Puluhan nyawa tetap melayang di lorong misterius. Fitnah terbesar akhir abad 19 tetap terbawa hingga abad ke-21. Dan untuk membuat segalanya lebih parah, aku masih terjebak pada masa lampau.
Ucapan Jesthine seperti sebuah mantra yang menyadarkanku, bahwa mengulang kematian itu sulit dan teror yang selama ini aku alami itu nyata
Tukik-tukik itu adalah katak kecil yang baru menetas. Mereka sangat kecil. Tukik-tukik akan pergi ke mana pun mereka mau. Mereka suka di sini karena ada pasir yang seperti salju. Apa itu? Sumber : https://www.bookbot.id/buku-anak-gratis?unit=Jenjang+B2
Dita dan Bimo membantu Bu Tejo membuat celengan ayam. Pertama mereka mengayak pasir, lalu membuat adonan dari tanah liat, pasir halus, dan air. Ternyata tidak mudah membuat celengan ayam Sumber : https://www.bookbot.id/buku-anak-gratis?unit=Jenjang+B2
Berawal dari hilangnya sejumlah uang dari brankas rahasia di sekolah, Kayla dan Nela menjadi tertarik untuk menyelidikinya. Segala rintangan mereka hadapi. Dari mulai adanya surat misterius yang tergeletak di atas meja mereka di kelas, mewancarai para guru, hingga penyelidikan diam-diam. Surat misterius yang berisi ancaman terhadap Kayla dan Nela jika tetap melanjutkan penyelidikan, tidak membu…