Bawang Putih tidak pernah sekalipun mengeluhkan nasib buruknya. Ia selalu siap sedia melayani sang Ibu Tiri dan saudari tirinya dengan senang hati. Pada suatu hari Bawang Putih tengah mengerjakan pekerjaan rumah mencuci pakaian milik Ibu tiriny dan Saudari tirinya. Akan tetapi Bawang Putih tak menyadari bahwa sehelai kalin milik Ibu telah hanyut terbwa arus sungai