Dia bisa ke mana pun fia mau, tidka bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu. Maka mereka tidak akan mengganggu kita. Sesuk. Kamu akan tahu, apa dan kenapa. Kamu akan tahu, siapa dan mengapoa, semua kejadian, semoga itu belum terlambat
Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan
Inilah kisah tentang seorang anak yang yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Keserhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri
Rindu Rindu yang kutitipkan melalui kawan Rindu yang kutinggalkan di bangku taman Rindu yang kulayangkan ke awan-awan Rindu yang kutambatkan di pelabuhan Rindu yang kuletakkan di atas nampan Rindu yang kulirikkan dalam nyayian Rindu yang yang kusiratkan dalam tulisan Rindu yang kuratapi dengan tangisan Sudahkah kau temukan?
Ucapan Jesthine seperti sebuah mantra yang menyadarkanku, bahwa mengulang kematian itu sulit dan teror yang selama ini aku alami itu nyata
Nadira mengguntingnya! Selendang merah itu berada di kamar 13, entah siapa pemiliknya. Tanpa dia sadari, sosok menyeramkan mengamatinya dari belakang. Sorot matanya murka. Kedekatan Nadira dan Bu Farin memebawa mereka bertualang di Hotel Akasia, tempat penuh misteri
Buku ditangan anda ini benar-benar unik, susah menggambarkan isinya. Tapi kira-kira seperti ini, Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk hubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka
Gorge dan Timmy hilang, apakah mereka diculik? Mengapa ada orang yang masuk ke Pondok Kirrin dan mengobrak-abrik ruang kerja Paman Quentin? Lima Sekawan yakin kedua hal itu berhubungan, tapi apa hubungannya? Dan bagaimana mereka dapat memecahkan misteri itu, kalau mereka tinggal bertiga?
Benarkah masihhhh ada penyelundup di Sarng Penyelundup? Lima Sekawan peri berlibur di sebuah rumah tua dan menemukan tempat-tempat persembunyian rahasia serta lorong-lorong bawah tanah! Mereka juga melihat beberapa orang mengirimkan sinyal-sinyal rahasia ke laut.... Siapakah para penyelundup ini sebenarnya?
Lima Sekawan pergi kamping dekat rumah seorang ilmuwan terkemuka. Pada suatu hari kertas kerja-rahasia hilang dari rumah ilmuwan itu. Mampukah Lima Sekawan mengungkap siapa pencuri itu?